The Baldies
The Baldies merupakan akun channel youtube yang dibuat oleh Anji dan Deddy Corbuzier. Sejak bergabung dengan youtube pada 18 Februari 2019, sampai tulisan ini dibuat, akun ini sudah mencapai 219.100 subscriber.
Apasih hal yang menarik sampai saya membuat ulasan tentang akun youtube ini?
Pertama, Konten yang menarik, di dalam video-videonya terdapat hal-hal yang kita, sebagai manusia, bisa pelajari. Mereka membuat video debat dengan mengungkapkan apa saja yang diinginkan, tidak ada opini pribadi, tetapi menekankan pada belajar beropini dan mencari argumentasi dari permasalahan. Mereka berpendapat bahwasannya opini itu bisa dibuat-buat, bisa benar dan salah tergantung cara kita mempertahankan opini tersebut.
Nah, dari hal itu kita bisa belajar bahwasannya tidak selalu opini yang ada di benak kita itu selalu benar ataupun salah, dari video-video mereka kita patut menyadari bahwa pentingnya memikirkan sudut pandang lain dalam memahami permasalahan kita dan patut untuk mempertimbangkan opini-opini dari orang – orang yang berada disekitar kita. Selain itu mereka mengajarkan tentang kebebasan berpendapat atau mengeluarkan opini, tidak perlu merasa takut atau cemas dengan omongan orang, asalkan kita memiliki keyakinan dalam opini kita dan argumentasi yang mendukung, kita sangat bebas untuk beropini.
Kedua, bahan debat yang digunakan merupakan hal-hal baru dan menarik dimulai dari topik-topik yang sedang trending di youtube, tokoh-tokoh channel youtube yang sedang trending, politik sampai hal-hal sederhana seperti makan bubur perlu diaduk apa tidak pun dibahas, walaupun hal ini sudah menjadi perbincangan lama tetapi ketika melihat videonya masih menarik.
Selain alasan-alasan diatas, channel ini cukup menghibur dengan kelucuan yang ditampilkan dalam videonya, walaupun mungkin bagi sebagian orang itu kurang lucu. Namun, terdapat hal yang menjadi kekurangan dalam channel ini adalah adanya suara dengan nada yang tinggi yang diucapkan oleh deddy corbuzier, seperti orang yang marah, hal ini mungkin bisa mempengaruhi para subscriber sehingga mengikutinya.
Jadi, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang terdapat di dalam video-video, channel The Baldies, bagi saya, sangat menarik dan bisa diambil manfaat-manfaat yang ada didalamnya. Saya merekomendasikan untuk para pembaca sekalian untuk melihat video-video di channel the baldies.
link channel youtube The Baldies: https://www.youtube.com/channel/UCsT-RUJSGEEftMF7dwSvh7w
Assalamualaikum wr. wb, kayfu haaluk ya ashabi ? kheir aja kan. Ahlan wa sahlan dalam poster dakwah ringan.
Pada kesempatan ini mimin akan menyampaikan tentang sebuah amalan yang sangat dianjurkan oleh Rosululloh SAW.
Yuk silahkan dibaca postingan ini !
Dalam sejarah disebutkan kejayaan umat islam sangat luas bahkan sampai menuju benua Eropa. Siapa sangka salah satu dari panglima perang saat itu adalah seorang pemuda berusia 21 tahun yang sangat sholeh, hebat, tawadhu’, yang bernama Sultan Muhammad Al Fatih.
Beliau merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur dan mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika, serta menguasai 6 bahasa. Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya.
Kejayaan dan kesuksesan hidup ia telah raih di usia yang begitu muda. Ia-pun dikenang jutaan manusia sepanjang abad. Harum nama Sultan Al Fatih diperoleh berkat keshalehan, keberanian dan kemuliaan akhlaknya. Sebagai jenderal beliau memimpin laskar islam menaklukkan benteng terkuat imperium Byzantium , Konstantinopel. Kota ini diubahnya menjadi kota Istambul. Dari sini beliau menebarkan kasih sayang islam di bumi eropa.
Apa rahasia dibalik semua kesuksesan beliau? Ternyata rahasianya beliau sangat kuat shalat malamnya yaitu tahajud. Bukankah Rasulullah saw SAW menegakkan shalat tahajud sepanjang malam dan setiap hari? Bukankah beliau Rasulullah saw SAW shalat tahajud merupakan kewajiban yang tak bisa beliau tinggalkan dalam setiap perjuanganya.
Di dalam hadits telah disebutkan :
كان النبي صلى الله عليه و سلم يصلي حتى تفطر قدماه و ترم سقاه، فيقال له : أتفعل ذلك و قد غفر لك ما تقدم من ذنبك وما تأخر؟ فيقول : أفلا أكون عبدا شكورا
Nabi-shallallahu ‘alaihi wa sallam- biasa sholat hingga kedua telapak kaki dan betis beliau bengkak. Lantas seorang sahabat bertanya kepada beliau, ” Mengapa anda mengerjakan yang demikian? Bukankah dosa anda yang telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni?”. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-bersabda, “Tidakkah sudah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i).
Hukum, Waktu dan Jumlah Rokaat Sholat Malam
Hukum sholat malam adalah sunah muakkad. Waktunya adalah setelah sholat ‘isya sampai dengan sebelum waktu sholat shubuh. Akan tetapi, waktu yang paling utama adalah sepertiga malam yang terakhir dan boleh dikerjakan sesudah tidur ataupun sebelumnya.
Sedangkan jumlah rokaatnya paling sedikit adalah 1 rokaat berdasarkan sabda Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam, “Sholat malam adalah 2 rokaat (salam) 2 rokaat (salam), apabila salah seorang di antara kamu khawatir akan datangnya waktu shubuh maka hendaklah dia sholat 1 rokaat sebagai witir baginya.” (HR. Bukhori dan Muslim). Dan paling banyak adalah 11 rokaat berdasarkan perkataan ‘Aisyah radhiyallohu ‘anha, “Tidaklah Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam sholat malam di bulan romadhon atau pun bulan yang lainnya lebih dari 11 rokaat.” (HR. Bukhori dan Muslim), walaupun mayoritas ulama menyatakan tidak ada batasan dalam jumlah rokaatnya. (muslim.or.id)
Berikut ini mimin akan sampaikan beberapa keutamaan sholat malam :
1. Penyebab masuk surga.
2. Menaikkan derajat saat di surga.
3. Penghapus dosa dan kesalahan.
4. Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu.
5. Kemuliaan orang beriman adalah dengan sholat malam.
Itulah sepenggal sejarah tentang kehebatan sholat malam dan bahkan Rosululloh pun sangat menganjurkan untuk menunaikan ibadah ini. Oleh karena itu sebaiknya kita harus mulai mencoba mengistiqomahkan dalam mengerjakan sholat malam ini agar kita mendapat semua keutamaaan dan menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Yuk dimulai sholat malamnya..
Abstrak –
Makalah ini didasarkan pada pembicaraan utama yang disajikan pada symposium Elmar 2016 dan pertama kali memperkenalkan konsep “Entrepreneurial University (EU)”. Tulang punggung Uni Eropa di FAU adalah NSF yang disponsori oleh Industry/University Cooperative Center for Advanced Knowledge Enablement. Pusat yang berhasil membangun jembatan yang menghubungkan akademisi, industri, dan pemerintah dalam inisiatif penelitian terkoordinasi. Dalam pembicaraan utama kami menjelaskan beberapa proyek penelitian multimedia terapan dilakukan dalam Pusat termasuk manajemen otomatis aset di pusat data, sopir mengantuk sistem deteksi menggunakan pengolahan citra, rekonstruksi citra 3D dan segmentasi sel-sel otak, metode augmented reality untuk mendengar augmentasi, dan lainnya. Semua proyek ini diprakarsai oleh mitra industri yang merupakan anggota dari “the center” dan yang tertarik untuk menerapkan hasil penelitian yang diperoleh dan menciptakan produk-produk komersial yang sukses.
1. PENDAHULUAN
Bagi orang-orang istilah “entrepreneurial university” memiliki arti yang berbeda. Berikut adalah beberapa karakteristik mendefinisikan entrepreneurial university:
• Entrepreneurial university mendorong kemitraan antara akademisi, dan pengusaha dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang akan memiliki dampak dan mengatasi beberapa masalah penting.
• Entrepreneurial university mendorong tim multi disiplin yang memanfaatkan kekuatan unik dari seluruh institusi.
• Sebuah entrepreneurial university menghubungkan dunia akademis dengan dunia luar, karena masalah yang kompleks tidak dapat diselesaikan tanpa interaksi dengan lingkungan di mana itu terjadi.
Mereka mendirikan NSF didanai oleh Industry / University Cooperative Research Center (l / UCRC) untuk Pengetahuan Pemberdayaan Uointly Advanced dengan Florida International University of Miami). Mereka membuat kerja sama dengan perusahaan teknologi tinggi di FAU Research Park dan memulai sejumlah proyek penelitian terapan dengan industri di Florida Selatan. Mereka menciptakan industri / laboratorium universitas di College dan menciptakan dan menawarkan sejumlah inovatif, ” hot ” dan diterapkan kursus yang diajarkan oleh fakultas dan ahli dari industri local.
2. NSF INDUSTRI / UNIVERSITY COOPERATIVE RESEARCH CENTER AT FAU
Pada 2009, Florida Atlantic University menerima hibah dari National Science Foundation (NSF) untuk membuat situs dari Center for Advanced Knowledge Enablement (CAKE) sebagai Industry|University Cooperations Research Center (I/UCRC) yang akan menyediakan kerangka kerja untuk interaksi antara dosen dan mahasiswa dan industri di daerah penting dari teknologi informasi, komunikasi, dan komputasi. Selama tujuh tahun terakhir, NSF I/UCRC telah terbukti menjadi situasi yang menguntungkan baik untuk universitas dan mitra industri dan pemerintah. Mereka telah melakukan penelitian industri yang relevan, menerima dana tambahan untuk hal itu, dan manfaat dari pengakuan dan prestise menjadi NSF Research Center. ”The Center” berhasil membangun jembatan yang menghubungkan akademisi, industri, dan pemerintah dalam inisiatif penelitian terkoordinasi, yang sangat dibutuhkan wilayah ini. Mereka memiliki 35 anggota industri dengan total keanggotaan sebesar $ 5 juta. Mereka memiliki lebih dari 20 aktif proyek industri dengan 15 fakultas dan lebih dari 20 sarjana dan mahasiswa yang terlibat dalam proyek-proyek ini. Misi ”The Center” adalah untuk mencapai tujuan berikut:
• Untuk terus berkembang pemahaman tentang teknologi kebutuhan sektor industri melalui kontak langsung dengan para profesional industri dan perusahaan-perusahaan terkait.
• Untuk mengidentifikasi tema penelitian terapan yang memenuhi kebutuhan sektor swasta dan publik.
• Untuk melakukan penelitian industri yang relevan.
Agenda penelitian ”The Center” meliputi penciptaan teknologi baru untuk berbagai aplikasi berbasis Web, generasi berikutnya dari perangkat keras dan pengembangan perangkat lunak teknik dan alat-alat, sistem mobile dan nirkabel dan teknologi, kompresi video dan teknologi komunikasi dan sistem, jaringan dan sistem komunikasi, data mining dan mesin teknologi, dan berbagai inisiatif interdisipliner dan aplikasi termasuk sistem medis dan informatika kesehatan belajar. Fokus penelitian mereka meliputi bidang penelitian sebagai berikut: analisis big data, multimedia dan data mining, video dan pengolahan gambar, dan komputasi cloud, sensor, dan jaringan. Aplikasi vertikal termasuk aplikasi industri medis dan kesehatan, lingkungan, dan mobile, lalu lintas, dan aplikasi industry.
Keanggotaan “the center” terbuka untuk perusahaan swasta, instansi pemerintah, dan lain-lain dengan penelitian kebutuhan di bidang teknologi informasi, komunikasi, dan komputasi. Mereka menyediakan banyak manfaat bagi mitra mereka, termasuk akses awal untuk inovasi penelitian dan kesempatan untuk berinteraksi dan bekerja dengan fakultas universitas, mahasiswa, dan rekan-rekan industri. Ada total 9 laboratorium penelitian dan 6 laboratorium instruksional, yang tersedia untuk fakultas, mahasiswa, dan peneliti industri, yang terlibat dalam proyek Center.
3. GAMBARAN PROYEK MULTIMEDIA INDUSTRY
Selama tujuh tahun terakhir, kami telah menyelesaikan lebih dari 35 proyek industri; banyak dari mereka sekarang produk komersial yang sukses. Inilah gambaran dari beberapa proyek multimedia industry sukses.
A. Cloud Computing Services with 3-D Visulaization for Climate Data on Demand
Studi ini telah hasil dari kolaborasi antara FIU dan FAU I/UCRCs dan The Center of Multicore Hybrid Productivity Research (CHMPR) di University of Maryland Baltimore County. Dalam proyek ini mereka telah mengembangkan kemampuan untuk memberikan satu dekade array grid 3-D dari visualisasi animasi data pancaran satelit IR spektral dari instrumen pada satelit Aqua, yang diluncurkan pada tahun 2002. Animasi ini membuat dalam 3-D struktur vertikal satu dekade tren suhu global dan regional yang terjadi pada permukaan dan troposfer yang lebih rendah.
The CHMPR mengembangkan algoritma gridding, yang diterapkan untuk memberikan CAKE Center with 3-D temperature profiles yang menentukan struktur termal di sekitar badai dalam rangka meningkatkan prediksi daratan mereka. Tim gabungan telah menerapkan komputasi layanan cloud berbasis Web yang didistribusikan, disebut SOAR yang menggabungkan kemampuan visualisasi ini sebagai layanan publik yang tersedia di cluster server berbasis IBM. Sistem ini menyediakan peneliti dengan kemampuan untuk memilih periode regional dan temporal dan secara otomatis mengubah data satelit orbit IR ke dalam array jaringan bola profil suhu 3-D untuk melihat perubahan struktur termal terus menerus dari atmosfer. Proyek ini telah diterbitkan dalam NSF Kompendium Teknologi Terobosan Industri-Nominasi dari NSF Industri / Universitas Cooperations Pusat Penelitian, 2014.
B. Driver’s Drowsiness Detection System
Penelitian ini menggabungkan smartphone dengan mesin belajar untuk mendeteksi kantuk secara real time. Pada proyek ini peneliti FAU / CAKE mengembangkan dan menerapkan sistem deteksi sopir mengantuk berdasarkan masukan visual, seperti wajah pengemudi dan kepala. Algoritma inovatif kami menggabungkan komponen perangkat lunak untuk deteksi wajah, deteksi warna kulit manusia, dan algoritma klasifikasi untuk keadaan mata (terbuka vs tertutup). Sistem ini menggunakan perangkat yang tersedia secara komersial, smartphone Pengguna digunakan untuk memantau driver. isyarat visual yang kemudian digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda mengantuk. Ketika tanda-tanda mengantuk terdeteksi, sistem mengeluarkan peringatan. Sistem ini menggunakan algoritma mesin pembelajaran inovatif yang terus memantau perilaku pengemudi, dan alert driver secara real time ketika batas tertentu terpenuhi. algoritma yang dikembangkan adalah kecepatan tinggi untuk memberikan terus menerus, analisis real-time citra dari sopir dengan mengkonsumsi daya baterai secara wajar. Perangkat ini dipasang dengan aman dan gerakan mata. Setelah kalibrasi ini, real time monitoring dimulai, mengirimkan alarm jika kepala dips atau mata dekat untuk waktu yang lama; keduanya menunjukkan bahwa pengemudi jatuh tertidur. Singkatnya, sistem ini berlaku secara real time, mudah dibawa ke platform yang berbeda, sangat akurat, dan kuat. Keuntungan lainnya dapat digunakan pada smartphone apa saja bukan mengandalkan built-in produk memungkinkan untuk menyebarkan sistem dalam kendaraan apapun. Dengan harga kamera infrared yang murah, sistem juga dapat digunakan dalam kondisi pencahayaan yang buruk.
REFERENCES
[I] H. Thorp and B. Goldstein, “Engines of Innovation: The Entrepreneurial University in the Twenty-First Century,” The University of Carolina Press, 2010.
[2] SS Scott, Editor. “Industry-Nominated Technology Breakthroughs of NSF IndustrylUniversity Cooperative Research Centers. National Science Foundation, Arlington, Virginia, 2014.
[3] D. Saccocio and E. Eisendrath, “Research University Commercialization and Entrepreneurship: New Strategies for Success. Huron,” Consulting Group Report, 2012.
[4] B. Furht et ai., “Creating Entrepreneurial University,” Proceedings of the 61h International Conference of Education, Research, and Innovation,” Seville, Spain, November 2013.
[5] A. Colic, O. Marques, and B. Furht, “Driver Drowsiness Detection: Systems and Solutions, Springer Briefs, 2014. [6] A Colic, 0. Marques, and B. Furht, “Design and Implementation of a Driver Drowsiness Detection System: A Practical Approach,” Proceedings of the International Conference on Signal Processing and Multimedia Applications (SIGMAP 2014), Vienna, Austria, 2014.
[7] B. Furht, O. Marques, and A Colic, “Driver Drowsiness Detection System Using Image Processing, “FAU Patent Disclosure (July 2014), and Provisional Patent 62/027,573, August 2014.
[8] J Carmignani, B. Furht, M. Anosetti, P Caravolo, E. Damiani, and M. Ivkovic, “Augmented Reality Technologies and Applications,” Special Issue on Survey Papers in Multimedia by World Experts, International Journal of Multimedia Tools and Applications, Springer, no. 1, January 2011, pp. 341-377.